Kembali
Bukan tentang harus tertinggal sendirian
Juga bukan tentang sebuah hati ku yang hancur
Karena sebuah panah yang tertancap sempurna di dada
Sempurna mengenai jantung, namun tak terlihat darah setetes pun
Sesak bagaikan oksigen yang telah kembali diambil oleh-Nya
Sesak bagaikan terjebak dalam ruang kecil hampa udara
Bersama puluhan orang
Tak bisa bernapas
Seperti pengkhianatan seorang aktor terhadap satu cerita
Merusak sebuah akhir cerita
Seharusnya indah namun musnah tak bernilai
Tak meninggalkan kebahagiaan
Bukan tentang kepergianmu yang membuat ku menangis
Bukan tentang pengkhianatan mu yang membuat ku sesak
Bukan tentang cerita dongeng mu yang membuat ku kecewa
Semua itu sedikit demi sedikit ku lupakan
Namun sayang
Sekalipun aku sepenuhnya berdamai dengan masa lalu
Semua itu juga tak sepenuhnya hilang
Hilang dalam ingatan otak dan hati ku
Sebuah penyesalan yang membuatku menangis
Sebuah penyesalan yang membuatkan sesak
Sebuah penyesalan yang membuat ku kecewa dengan diriku sendiri
Sebuah penyesalan yang selalu datang tanpa diundang
Mengambil detik demi detik setiap waktu pagiku
Dan kemudian pergi
Datang kembali
Mengambil menit demi menit setiap waktu malam ku
Menyeka setiap tetes air mata
Terjaga karena kedatangan penyesalan itu
Pikiranku kacau
Seolah tak memiliki arti dalam diriku
Aku lelah, aku ingin tidur tenang
Aku ingin malamku habis dengan tenang
Tanpa harus terjaga kemudian menangis tak berarti
Kemudian menyambut hari esok dengan bahagia
Juga bukan tentang sebuah hati ku yang hancur
Karena sebuah panah yang tertancap sempurna di dada
Sempurna mengenai jantung, namun tak terlihat darah setetes pun
Sesak bagaikan oksigen yang telah kembali diambil oleh-Nya
Sesak bagaikan terjebak dalam ruang kecil hampa udara
Bersama puluhan orang
Tak bisa bernapas
Seperti pengkhianatan seorang aktor terhadap satu cerita
Merusak sebuah akhir cerita
Seharusnya indah namun musnah tak bernilai
Tak meninggalkan kebahagiaan
Bukan tentang kepergianmu yang membuat ku menangis
Bukan tentang pengkhianatan mu yang membuat ku sesak
Bukan tentang cerita dongeng mu yang membuat ku kecewa
Semua itu sedikit demi sedikit ku lupakan
Namun sayang
Sekalipun aku sepenuhnya berdamai dengan masa lalu
Semua itu juga tak sepenuhnya hilang
Hilang dalam ingatan otak dan hati ku
Sebuah penyesalan yang membuatku menangis
Sebuah penyesalan yang membuatkan sesak
Sebuah penyesalan yang membuat ku kecewa dengan diriku sendiri
Sebuah penyesalan yang selalu datang tanpa diundang
Mengambil detik demi detik setiap waktu pagiku
Dan kemudian pergi
Datang kembali
Mengambil menit demi menit setiap waktu malam ku
Menyeka setiap tetes air mata
Terjaga karena kedatangan penyesalan itu
Pikiranku kacau
Seolah tak memiliki arti dalam diriku
Aku lelah, aku ingin tidur tenang
Aku ingin malamku habis dengan tenang
Tanpa harus terjaga kemudian menangis tak berarti
Kemudian menyambut hari esok dengan bahagia
Komentar
Posting Komentar