Haruskah aku bahagia

Kini umurku sudah 20 tahun, mau tidak mau aku harus meninggalkan kata belasan dalam umurku. Masa ini adalah masa peralihan dari remaja menuju dewasa, sedikit mengganggu pikiranku, karena aku harus lebih berhati-hati baik dalam berkata atau bercanda. Sekarang bukan lagi candaan anak remaja yang mungkin saja suka menyakiti hati orang namun menganggapnya hanya sebuah candaan semata.

Cerita akan aku mulai dari "dia" yang kini datang (lagi).
Aku tidak pernah menyangka dan berharap (awalnya mungkin aku berharap) dia mengucapkan selamat ulang tahun, tapi ternyata aku salah. Ketika ku buka path dan ada beberapa message dimana orang-orang mengucapkan selamat dan benar saja satu nama yang membuatku terdiam sejenak.
hatinya yang awalnya masa bodo perlahan perduli. Hingga pada akhirnya kami kembali berteman di BBM. Entahlah apa yang akan terulang kembali atau tidak.

Pagi ini, ia kembali mengirimi ucapan selamat pagi, dan beberapa chat yang pada akhirnya ku hapus tanpa membacanya terlebih dahulu. Aku hanya ingin mencoba menguatkan hatiku untuk meyakinkannya pada satu orang yang kini sudah ada. Meskipun semua itu masih belum pasti, setidaknya aku hanya mencoba berhusnudzon kepada-Nya.

Aku harus bahagia atau senang dengan kehadirannya (lagi) ?.

Komentar

Postingan Populer